PENTING UNTUK DIKETAHUI !!


Fitch Menegaskan Peringkat Bank Mega

Fitch Ratings-Jakarta/Singapore-14 November 2008: Fitch Ratings hari ini menegaskan peringkat nasional jangka panjang PT Bank Mega Tbk (Bank Mega) di 'A+(idn)', peringkat individual di 'D' dan peringkat dukungan di '4'. Prospek peringkat adalah stabil. Pada saat yang sama Fitch juga menegaskan peringkat obligasi subordinasi I/2007 sebesar IDR 1 triliun yang diterbitkan Bank Mega pada bulan Januari 2008 di 'A(idn)'.

Bank Mega melaporkan kinerja yang baik selama sembilan bulan pertama tahun 2008 (9M08) dengan margin bunga bersih meningkat menjadi 4,9% dari 2,8% berkat komposisi pendanaan yang lebih baik dan pertumbuhan pinjaman yang tinggi selama dua tahun terakhir. Pendapatan non-bunga tumbuh 24% (annualisasi) di 9M08 dan mendukung kenaikan ROA sebelum pajak menjadi 2,0% (2006: 0,8%), meskipun masih lebih rendah dari rata-rata bank sekelas sebesar 2,5% di tahun 2007. Fitch memperkirakan profitabilitas Bank Mega akan turun di tahun 2009 karena beban pencadangan yang lebih tinggi dan pertumbuhan pinjaman yang lebih lambat.

Meskipun Bank Mega memiliki kualitas aset yang baik dengan pencadangan yang cukup per akhir 9M08 (rasio NPL: 1,2%), ada kemungkinan besar kualitas aset tersebut akan memburuk tahun depan karena kondisi operasi yang lebih berat. Fitch menaruh perhatian khusus terhadap pertumbuhan pinjaman yang cepat dan portofolio pinjaman korporasi dan komersial yang masih baru. Yang juga menjadi perhatian Fitch adalah resiko konsentrasi yang tinggi karena jumlah total pinjaman ke 20 nasabah peminjam terbesar menyumbang sekitar 30% dari total pinjaman dan 2.2x dari modal perusahaan. Fitch memperkirakan bahwa resiko gagal bayar pada nasabah-nasabah korporasi akan meningkat seiring dengan kondisi eksternal yang semakin sulit dan efek dari penurunan harga komoditas terhadap pendapatan korporasi. Oleh karena itu Fitch akan terus memantau perkembangan kualitas aset Bank Mega. Penurunan kualitas aset yang signifikan bisa menyebabkan tekanan terhadap peringkat Bank Mega.

Likuiditas Bank Mega cukup kuat dengan rasio pinjaman terhadap dana pihak ketiga sebesar 67,8% dan jumlah total kas, penempatan di Bank Indonesia, dan obligasi pemerintah mencapai 36% dari total aset per September 2008. Bank Mega tidak memiliki eksposur ke perusahaan keuangan asing yang bermasalah. Rasio kecukupan modal (total CAR) sebesar 14,4% (Tier-1 CAR: 10,1%) jauh diatas ketentuan minimum tetapi masih lebih rendah dari rata-rata industry sebesar 17,3% per September 2008.

Bank Mega didirikan pada tahun 1969 dan diambil alih oleh Grup Para pada tahun 1996. Bank Mega bisa melalui krisis keuangan Asia tahun 1997-1998 tanpa perlu direkapitalisasi oleh pemerintah. Grup Para memiliki kepemilikan mayoritas sebesar 55,67% per September 2008.