KERJASAMA PEMBIAYAAN MODAL KERJA (ULaMM) TAHAP II
(Jakarta, 01/12/2010)
Menindaklanjuti pemberian fasilitas pembiayaan kepada PT. Permodalan Nasional Madani (PNM) dengan plafond kredit sebesar Rp. 200.000.000.000,- (dua ratus miliar Rupiah) untuk pembiayaan modal kerja pengembangan Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM), pada hari ini Bank Mega kembali menandatangani penambahan fasilitas pembiayaan modal kerja senilai Rp. 300.000.000.000,- (tiga ratus miliar Rupiah), sehingga total kredit yang diberikan Bank Mega kepada PT. PNM menjadi Rp. 500.000.000.000,- (lima ratus miliar Rupiah).
Dengan pembiayaan tersebut, Bank Mega berkeyakinan dana tersebut dapat mempercepat penyaluran modal ke masyarakat melalui linkage program sehingga dapat membantu pemberdayaan masyarakat .

Penandatanganan persetujuan pembiayaan yang dilakukan oleh PT. Bank Mega Tbk - PT. PNM dilakukan di Menara bank Mega - Jakarta dan dihadiri oleh pejabat PT. Bank Mega Tbk., Daniel Budirahaju, didampingi oleh Carolina Dina - Grup Head Commercial Business, sedangkan pejabat PNM dihadiri oleh Parman Nataatmadja - Direktur Utama, didampingi oleh Lintang Nugroho - Direktur Keuangan dan Operasi.
Daniel Budirahaju - Direktur Kredit Bank Mega pada kesempatan tersebut menyampaikan," Hal ini juga sejalan dengan target dan strategi Bank Mega untuk meningkatkan portofolio kredit khususnya segmen kredit UKM di tahun 2010. Pemberian kredit kepada PNM, secara tidak langsung merupakan wujud komitmen Bank Mega dalam mempercepat pembangunan di segala bidang, karena kita tahu bahwa produktivitas erat kaitannya dengan ketersediaan modal".
Bank Mega merupakan anak perusahaan yang tergabung dalam jaringan usaha di bawah holding company Para Grup milik pengusaha nasional Chairul Tanjung / yang ber Kantor Pusat di Jakarta. Para Grup sendiri memiliki tiga fokus usaha, yakni:
1. Financial Services membawahi Bank Mega, Bank Mega Syariah Indonesia, Mega Life, Mega Insurance, Mega Capital Indonesia, Para Multifinance, Mega Auto Finance, dan Mega Central Finance.
2. Media, Lifestyle, Ritel & Entertainment diantaranya meliputi Trans TV, Trans 7, Anta Tour, Trans Fashion, Trans Living, Trans Food and Beverage, Trans Studio Makassar.
3. Natural Resources yang bergerak di bidang energy, mining, plantations, dan infrastruktur.
Pada tanggal 16 April 2010 lalu, CEO Para Grup - Chairul Tanjung telah berhasil mengakuisisi saham Carrefour Indonesia yang merupakan jaringan ritel ternama di dunia sebesar 40% yang berarti merupakan single majority dalam hal kepemilikan saham. Hal Ini merupakan titik balik bagi sejarah bisnis di Indonesia dimana sebuah perusahaan Swasta Nasional mengambil alih sebagian kepemilikan dari perusahaan Multi Nasional.
Melihat kilas balik Bank Mega sejak diambil alih oleh PARA Group pada tahun 1996 dan perkembangannya sampai dengan triwulan ketiga di tahun 2010 adalah sebagai berikut:
(Dalam Miliar Rupiah)
September 2009 September 2010 Naik
Kredit Yang Disalurkan 17,367 22,646 30,4%
DPK 28,600 36,516 27,7%
Asset 34,900 45,095 29,1%
Laba Setelah Pajak 329 631 91,8%