Bank Mega
 
Home
Contact Us
English Version
 
I
I
I
I
I
I

 

 Media
 

 

 
 
 
 
 

 
 
 
 
 
 
 
 
 

Berita Perusahaan


Laba Bank Mega Nomor 3 Terbesar
(Pride, 09/07)

Pada tanggal 15 Agustus 2007, Bank Mega telah menerbitkan laporan keuangan publikasi per Juni 2007 di Harian Kompas dan Bisnis Indonesia.

Berdasarkan laporan keuangan publikasi tersebut terlihat bahwa laba sebelum pajak meningkat sangat signifikan, yaitu sebesar 281,6%, atau hampir 3 kali lipat dibandingkan periode Juni 2006. Laba sebelum pajak per Juni 2007 tercatat sebesar Rp 389,0 miliar, sementara laba sebelum pajak per Juni 2006 hanya sebesar Rp 101,9 miliar. Hal yang patut dibanggakan adalah, dibandingkan dengan bank-bank lain dengan asset dibawah Rp 50 triliun seperti BII, Niaga, Panin, Permata, BTN, Lippo, NISP dan Buana, laba sebelum pajak Bank Mega berada di peringkat ke-3 terbesar, hanya ada dibawah Panin dan Niaga.

Faktor utama yang mendorong peningkatan laba sebelum pajak adalah peningkatan pendapatan bunga bersih yang mencapai 98,5%. Peningkatan pendapatan bunga bersih terutama didorong oleh tingginya pertumbuhan dana murah (giro dan tabungan) dibandingkan dana mahal (deposito). Giro mencatat pertumbuhan sebesar 82,1% dan tabungan tumbuh sebesar 68,0%, sementara deposito hanya tumbuh sebesar 2,6%. Jika dibandingkan dengan perbankan secara keseluruhan, pertumbuhan giro dan tabungan Bank Mega tercatat paling tinggi diantara bank-bank se-Indonesia, baik yang beraset dibawah Rp 50 triliun maupun diatas Rp 50 triliun, seperti Mandiri, BCA, BNI, ataupun BRI.

       

Untuk memperbaiki komposisi kreditnya, Bank Mega melakukan kebijakan reprofiling, yaitu mengurangi komposisi kredit MOJF dan meningkatkan kredit non MOJF. Hal ini menyebabkan peningkatan kredit yang tidak terlalu besar, hanya sebesar 10,6%, karena kenaikan kredit non MOJF diikuti dengan penurunan kredit MOJF. Kredit non MOJF tumbuh sebesar 92,5%, sedangkan kredit MOJF turun sebesar 37,3%. Untuk kredit di segmen komersial (SME), penyaluran kredit meningkat signifikan, yaitu sebesar 119,6%, sedangkan di segmen korporasi meningkat 81,2%, sementara di segmen konsumer turun 26,5%, terutama disebabkan karena turunnya kredit MOJF. Selain itu yang patut diperhatikan adalah Bank Mega berhasil menurunkan rasio kredit bermasalahnya (NPL - gross) menjadi hanya 1,42% dari sebelumnya sebesar 1,68%. Sesuai dengan prinsip kehati-hatian (prudent) yang diterapkan, Bank Mega akan selalu menjaga angka NPL untuk tetap dibawah 2%.

Meningkatnya kinerja Bank Mega sampai dengan triwulan II 2007 ini tidak hanya akan berhenti sampai disini, tetapi masih ada ruang yang luas untuk terus meningkat jauh lebih besar sampai dengan akhir tahun 2007 karena masih banyak potensi untuk dikembangkan lebih lanjut, seperti terus meningkatnya dana-dana murah seiring dengan peluncuran produk-produk tabungan yang baru dan potensi dari penyaluran kredit dengan tetap mempertahankan prinsip kehati-hatian. (/hs)

 

 




Login Mega Internet Banking Registrasi Mega Internet Banking

 

 
I
I
I
 
MegaCall