Bank Mega Targetkan Transaksi Kartu Kredit hingga 5 Triliun
(Suara Pembaruan, 05/12/07)
PT. Bank mega Tbk menargetkan transaksi kartu kredit pada 2008 hingga 5 triliun atau tumbuh sekitar 300 persen lebih dari target transaksi tahun ini sebesar Rp. 1,5 triliun. Hingga Oktober 2007, transaksi kartu kredit Mega sudah mencapai 1,3 triliun.
Tingginya pertumbuhan transaksi kartu kredit tahun depan seiring dengan ekspansi besar-besaran bank dengan menambah jumlah pemegang kartu hingga 100 persen dari 300.000 akhir tahun ini menjadi 600.000 di akhir tahun 2008.
Demikian dikemukakan Direktur Retail Banking Bank Mega Kostaman Thayib dalam peluncuran ulang kartu kredit Mega Visa Card di Jakarta, Selasa (4/12).
"Jika target ini tercapai, kami berharap menjadi ranking lima sebagai penerbit kartu kredit terbanyak dari posisi saat ini di peringkat ketujuh," kata dia.
Untuk mencapai target itu, Bank Mega menawarkan sejumlah kemudahan termasuk bebas biaya tahunan di tahun pertama, bunga yang lebih kompetitif hingga penawaran lebih menarik melalui diskon di beberapa merchant. "Salah satunya kami menerbitkan kartu dengan teknologi berbasis chip, supaya keamanannya lebih terjaga," kata dia.
Direktur Utama Bank Mega Yungky Setiawan dalam kesempatan itu mengatakan, dalam memperkuat lini bisnisnya, salah satu yang menjadi andalan bank yakni bisnis kredit konsumer terutama kartu kredit.
"Penggantian kartu kredit Bank Mega ini membutuhkan investasi yang cukup mahal. Satu kartu dengan teknologi chip harganya US$ 2-3 per kartu atau tiga hingga lima kali lebih mahal dari kartu berbasis magnetic stripe," kata Yungky.
Sedangkan, migrasi dari kartu yang lama ke kartu chip akan dilakukan pada saat penggantian, sehingga diharapkan pada akhir 2008 sesuai dengan batas waktu yang ditetapkan Bank Indonesia (BI) semua pemegang kartu sudah migrasi kartunya ke teknologi chip.
Sementara itu, General Manager Kartu Kredit Bank Mega Budi Setiawan mengatakan, tingkat delinquency atau kredit macet kartu kreditnya masih di bawah rata-rata industri kartu kredit nasional. "Per September hanya 5 persen dan per Oktober meningkat jadi 5,9 persen, tetapi masih di bawah industri sebesar 9-10 persen," katanya.
Terjaganya tingkat kredit macet, karena bank selektif dalam menawarkan kartu terutama hanya ditawarkan kepada nasabah menengah ke atas dengan minimum pendapatan tiga kali upah minimum provinsi (UMP) atau sekitar Rp. 2,5 juta. Komposisi kartu kredit Bank Mega masih didominasi kartu silver atau klasik sebesar 60 %, kemudian, Gold 35 % dan platinum lima persen. [B-15]