KINERJA BANK MEGA TRIWULAN II ( 30 JUNI 2009 )
(Jakarta ,1/08/2009)

Berdasarkan Laporan Keuangan periode Juni 2009 yang telah diterbitkan di media nasional Kompas dan Bisnis Indonesia tanggal 31 Juli 2009 , Bank Mega mencatat kenaikan Total Asset sebesar 4,8%, dari Rp 35,2 triliun pada triwulan II 2008 menjadi Rp 36,9 triliun.
Kredit yang disalurkan tercatat meningkat 5,6% dari Rp 16,7 triliun pada triwulan II 2008 menjadi Rp 17,6 triliun pada triwulan II 2009.
Naiknya kredit yang disalurkan tetap diikuti dengan rendahnya rasio kredit bermasalah Perseroan yang tetap jauh dibawah ketentuan Bank Indonesia. NPL netto pada triwulan II 2009 adalah 1,53%.
Selama semester I 2009, Bank Mega lebih fokus kepada upaya untuk konsolidasi kredit dengan melakukan langkah-langkah seperti :
- Peningkatan kualitas kredit yang disalurkan
- Proses kredit yang lebih prudent
- Monitoring kredit yang lebih ketat.
Di segmen konsumer, khususnya kartu kredit, Bank Mega terus melanjutkan pertumbuhan yang signifikan.
Hal ini terlihat dari jumlah kartu kredit yang diterbitkan meningkat 45,1% dari sebanyak 391.000 kartu pada triwulan II 2008, menjadi 568.000 kartu pada triwulan II 2009. Keberhasilan ini ditunjang oleh program-program promosi yang intensif seperti program Mega Food, Mega Pay, Mega Tronic dll.
Dana pihak ketiga, secara keseluruhan meningkat 9,0% dari Rp 29,0 triliun pada triwulan II 2008 menjadi Rp 31,7 triliun pada triwulan II 2009. Dilihat dari komposisinya, giro meningkat 8,9%, dari Rp 6,4 triliun pada triwulan II 2008 menjadi Rp 7,0 triliun pada triwulan II 2009. Sedangkan tabungan meningkat signifikan, yaitu 30,9%, dari Rp 6,0 triliun pada triwulan II 2008 menjadi Rp 7,9 triliun pada triwulan II 2009, sementara Deposito meningkat 1,1%, dari Rp 16,5 triliun pada triwulan II 2008 menjadi Rp 16,7 triliun pada triwulan II 2009.
Kenaikan dana pihak ketiga Perseroan menunjukkan bahwa ditengah-tengah ketatnya persaingan perbankan untuk menghimpun dana, masyarakat masih mempercayai Bank Mega sebagai tempat untuk menyimpan dananya. Selain itu, pertumbuhan dana murah yang jauh lebih besar daripada dana mahal mendorong komposisi dana pihak ketiga menjadi lebih seimbang.
Pada triwulan II 2008, komposisi dana murah berbanding dana mahal adalah 43% : 57%, sementara pada triwulan II 2009 berubah menjadi 47% : 53%.
Laba setelah pajak Bank Mega meningkat 4,4%. Dari Rp 280,4 miliar pada triwulan II 2008, menjadi Rp 292,7 miliar. Beberapa faktor yang mendorong kenaikan laba setelah pajak antara lain adalah :
- Naiknya pendapatan bunga sebesar 21,9% dari Rp 1,7 triliun pada triwulan II 2008 menjadi Rp 2,0 triliun pada triwulan II 2009.
- Fee-based income tercatat meningkat 15,0%, dari Rp 162,7 miliar pada triwulan II 2008, menjadi Rp 187,2 miliar pada triwulan II 2009, Beberapa komponen fee-based yang meningkat antara lain adalah fee kartu kredit sebesar 57,5%, fee ATM sebesar 59,8%, fee transfer sebesar 33,3%, dan fee administrasi rekening sebesar 16,3%.
Untuk lebih mendekatkan diri kepada nasabah dan calon nasabah, Bank Mega tetap memiliki komitmen untuk menambah jaringan kantornya. Sampai dengan triwulan II 2009, jaringan kantor Bank Mega telah bertambah sebanyak 39 kantor dengan rincian 18 kantor cabang dan 21 kantor cabang pembantu, dengan fokus utama penambahan ada di wilayah Timur Indonesia, seperti Kalimantan dan Sulawesi. Total, jaringan kantor Bank Mega per Juni 2009 sebanyak 215 kantor, yang terdiri dari 88 kantor cabang dan 126 kantor cabang pembantu.