Dukungan Bank Mega Terhadap UKM Bersama Bank Nagari
(Jakarta - Kamis, 16/12/2010)
Jakarta, 16 Desember 2010. Sesuai dengan fokus bisnis, Bank Mega berkonsentrasi dalam pertumbuhan kredit UKM yang akan ditempuh melalui dua cara yaitu secara organik dan non organik. Jika pemberian kredit UKM secara organik dilakukan langsung dari Bank Mega kepada para nasabah, maka pemberian kredit UKM secara non organik diberikan Bank Mega melalui lembaga keuangan seperti Bank Pembangunan Daerah seperti yang dilakukan pada sore hari ini.
Meneruskan kerjasama yang pernah terjalin sebelumnya yaitu dengan Bank Sulsel dan Bank Sulut, Bank Mega kembali berkomitmen untuk memberikan pemberian kredit kepada Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat atau Bank Nagari dengan ruang lingkup kerjasama di bidang :
• penyediaan plafond induk kerjasama senilai Rp. 1 Triliun yang dapat dipergunakan diantaranya pada pembiayaan bersama kredit UMKM khususnya usaha peternakan dan kelapa sawit di Sumatera Barat
• kegiatan bank devisa
• kerjasama dalam kegiatan kartu kredit / co-branding
• kerjasama dalam kegiatan Treasury melalui penyediaan likuiditas oleh Bank Mega,
• Transfer knowledge dalam bidang perkreditan, treasury, kegiatan bank devisa, teknologi dan jasa bank lainnya,
• bidang lainnya yang disetujui oleh kedua belah pihak.

Penandatanganan Nota Kesepahaman yang dilakukan oleh Bank Mega – Bank Nagari dilakukan di Menara Bank Mega – Jakarta dan dihadiri oleh Direktur Utama J.B. Kendarto dan Direktur Kredit Daniel Budirahaju mewakili Bank Mega, sedangkan pejabat Bank Nagari dihadiri oleh Komisaris Utama Drs. Yohannes Dahlan, Direktur Utama H. Suryadi Asmi, SE.,MM, dan Direktur Pemasaran Indra Wediana, SH.
”Dalam tahap awal, akan diproses kredit senilai Rp. 250 Milyar dalam hal pembiayaan modal kerja Bank Nagari dalam rangka pembiayaan untuk diterus-pinjamkan kepada pegawai/pensiunan dengan kombinasi beberapa pola kerjasama linkage programe yang meliputi pola executing, channeling dan asset buy”, demikian disampaikan Direktur Utama Bank Mega J.B. Kendarto dalam sambutannya.
Untuk tahap berikutnya, akan segera ditindaklanjuti proses pemberian kredit kepada para peternak dan petani kelapa sawit maupun kredit sindikasi / club deal Bank Mega dengan Bank Nagari. Serta pemberian ke sektor UKM yang lebih riil. Kerjasama ini diharapkan juga dapat dikembangkan ke sektor lainnya seperti co-branding di bidang pembayaran elektronik seperti Kartu Kredit, Pre-paid, dll. Ke depannya kerjasama di bidang treasury dan trade finance diharapkan dapat lebih ditingkatkan lagi dan line yang telah ada dapat digunakan dengan lebih maksimal.
Bank Mega memilih fokus pada pembiayaan di sektor UKM karena potensi yang ada di sektor ini masih demikian besar. Dalam kurun waktu yang relatif singkat sejak Bank Mega mulai terjun memberikan kredit ke sektor UKM pada akhir tahun lalu kami telah membukukan kredit sebesar +/- Rp. 1,4 Triliun dengan rincian Rp. 1 Triliun disalurkan secara langsung kepada pelaku-pelaku UKM dan sisanya disalurkan melalui kerjasama linkage program. Dari seluruh kredit yang disalurkan NPL-nya hampir tidak ada atau 0. Di tahun depan, Bank Mega berkeyakinan bahwa kredit UKM akan tumbuh meningkat sekitar 3 kali dari pencapaian saat ini .