Media |
| |
|
|
| |
|
|
| |
|
|
| |
|
|
|
|
| Berita Perusahaan |
JARINGAN KERJA BANK MEGA HADIR DI 100 KOTA DI INDONESIA
(Jakarta ,12/11/2009)

"Dibandingkan jumlah jaringan kantor pada September 2008 dengan periode yang sama di tahun 2009, jaringan kantor Bank Mega telah bertumbuh sebanyak 20,22%, atau dari 183 kantor menjadi 220 kantor yang tersebar di 98 kota dan 31 provinsi di Indonesia. Hingga akhir tahun 2009 rencananya cabang kami akan menjadi 250 kantor sehingga keberadaan jaringan kerja Bank Mega akan berada di lebih 100 kota yang tersebar di seluruh Indonesia. Ijin yang diperoleh Bank Mega dari Bank Indonesia untuk membuka kantor cabang baru menandakan bahwa Bank Mega adalah bank yang sehat" ungkap Yungky Setiawan - Direktur Utama Bank Mega disela - sela acara Public Expose Bank Mega 2009 (12/11).
Selama tahun 2009 fokus utama Bank di bidang dana pihak ketiga adalah meningkatkan kualitas dana pihak ketiga dengan memperbaiki komposisi dana pihak ketiga atau reprofiling. Dari sebelumnya perbandingan antara dana murah (giro dan tabungan) berbanding dana mahal (deposito) adalah 40% : 60% berubah menjadi 54% : 46%. Perubahan komposisi tersebut ditunjang dengan pertumbuhan giro yang mencapai 17,8%, dari Rp 6 triliun pada September 2008 menjadi Rp 7 triliun pada September 2009. Sementara tabungan tumbuh 56,2%, dari Rp 5,4 triliun pada September 2008 menjadi Rp 8,4 triliun pada September 2009.
Sesuai dengan salah satu strategi Bank Mega untuk menjaga solvabilitas dalam rangka menyikapi kondisi perekonomian saat ini, mengharuskan Bank Mega untuk lebih berhati-hati dalam menyalurkan kredit. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kualitas kredit dan meminimalkan risiko kredit yang mungkin dapat meningkat terkait dengan kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya kondusif.
Upaya ini disertai dengan melakukan konsolidasi internal, khususnya di unit kerja yang berkaitan dengan perkreditan, dengan adanya konsolidasi tersebut Bank Mega optimis di tahun yang akan datang kredit yang disalurkan akan meningkat dengan pesat disertai dengan kualitas yang baik. Sebagai dampak dari strategi kami untuk menjaga kualitas kredit, sampai dengan bulan September 2009, jumlah kredit yang disalurkan adalah sebesar Rp 17,4 triliun dimana jumlah ini menurun kurang lebih sebesar 10,2% dibandingkan jumlah kredit yang disalurkan per September 2008.
Selama periode sembilan bulan di tahun 2009, total booking kredit adalah sebesar Rp. 5,3 triliun, namun selama periode tersebut juga terjadi pelunasan sebesar Rp. 6,9 triliun. Di segmen kredit konsumer, khususnya kartu kredit, tetap memperlihatkan pertumbuhan yang membanggakan. Hal ini terlihat dari jumlah kartu kredit yang diterbitkan meningkat 36,7% dari sebanyak 441.000 kartu pada September 2008, menjadi 604.000 kartu pada September 2009. Keberhasilan ini ditunjang oleh program-program promosi yang intensif melalui program Five Stickiness, yaitu Mega Pay, Mega Tronic, Mega Food, Mega Fashion dan Mega Travel.
Hingga akhir September 2009, Bank Mega membukukan laba setelah pajak sebesar Rp 329,1 miliar turun 17,1% dibandingkan September 2008 yang sebesar Rp 397,1 miliar. Hal ini disebabkan karena peningkatan biaya penyisihan (PPAP) melebihi ketentuan yang diharuskan sebagai tindakan antisipatif terhadap risiko kredit yang mungkin muncul serta kenaikan biaya overhead sebesar 16,7%, dari Rp 811,0 miliar per September 2008 menjadi Rp 946,4 miliar per September 2009. Komponen biaya overhead yang mengalami peningkatan terutama biaya-biaya yang berkaitan dengan penambahan jaringan kantor hingga September 2009.
Berikut ringkasan kinerja keuangan Bank Mega sampai dengan periode September 2009 adalah sebagai berikut :
(Dalam Miliar Rupiah)
|
September 2008 |
September 2009 |
| |
Pendapatan Bunga |
2,600 |
2,900 |
Kredit Yang Disalurkan |
19,235 |
17,400 |
DPK |
28,500 |
28,600 |
Asset |
34,500 |
34,900 |
Laba Setelah Pajak |
397.1 |
329,1 |
|
| |
|
|
|