BANK MEGA DI DADAKU TERDENGAR DI MAKASSAR
(Makassar - Sabtu, 28/01/2011)
Bang bing bung yuuuk kita ke bank
Bang bing bung yuuuk kita nabung
Bang bing bung hei jangan dihitung
Tahu-tahu nanti kita dapat untung
Lagu populer yang menggugah dan diciptakan oleh salah satu penyanyi legendaris Indonesia, Titiek Puspa di era 90 an itu menjadi opening song acara Gerakan Siswa Menabung yang diadakan oleh Bank Mega di Makassar. Bertempat di aula Sekolah Dasar Swasta Santo Aloysius, Bank Mega kembali melaksanakan kegiatan yang menjadi program Bank Indonesia itu untuk yang kesekian kalinya. Kegiatan ini juga sebagai bentuk tanggung jawab kepedulian perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR)
Matahari baru saja bergerak perlahan menembus cerahnya udara pagi di Makassar, namun demikian tampak sekumpulan panitia Gerakan Siswa Menabung yang berasal dari Bank Mega Kantor Pusat dan Kantor Wilayah Makassar telah hadir mempersiapkan ruangan presentasi sebaik mungkin. Backdrop di pasang, demikian juga peralatan presentasi seperti laptop, projektor dan screen layar lebar turut disediakan. Tak lupa, ahaaa... inilah yang mambuat Makassar berbeda, satu set keyboard lengkap dengan speakernya turut hadir memeriahkan acara yang diperuntukan bagi siswa SD Santo Aloysius. Tepat pukul 9 pagi, acara pun dimulai.
Acara yang diselenggarakan pada Jumat, 28 Januari 2011 dibuka dengan mendengarkan beberapa sambutan yang berasal dari pihak sekolah, Dinas Pendidikan Makassar, dan juga Bank Mega yang pada kesempatan kali ini diwakili oleh Rudy Vergo - Deputi Funding dan Credit Card Regional Bank Mega Makassar. Ada satu benang merah yang dapat ditarik dari ketiga sambutan tersebut, bahwa edukasi menabung sejak dini, merupakan hal yang sangat bermanfaat dilakukan bagi siswa dalam membentuk sifat hemat dan terencana yang pasti akan berguna jika mereka dewasa kelak. Selain itu, ada hal yang membanggakan melalui pengakuan dari Diknas Makassar bahwa Bank Mega merupakan bank pertama di Makassar yang mengadakan kegiatan edukasi perbankan dan ditujukan bagi kalangan pelajar usia dini.
Saat presentasi dimulai, Regional Bank Mega Makassar kembali menampilkan hal yang berbeda, dimana materi presentasi dibawakan secara ringan dengan diselingi oleh game-game yang menarik, serta lagu-lagu yang menjaga antusiame mereka tetap menyala. Pada satu kesempatan tak jarang mereka menyelak dan mengajukan pertanyaan kritis sehingga membuat suasana presentasi di pagi hari itu berlangsung ringan dan meriah.
Acara ini tak luput dari liputan wartawan nasional dan lokal. Pada satu kesempatan wawancara dengan media, Gatot Aris Munandar dari Divisi Corporate Secretary Bank Mega mengungkapkan, “Melalui edukasi ini, ditambah lagi adanya ketentuan pembukaan saldo yang ringan dan bebas biaya administrasi, diharapkan produk Tabunganku dapat mewujudkan motto simpanan masa depan pelajar yang pas di saku”, kata Gatot.
Presentasi mengenai Gerakan Siswa Menabung memang beranjak ke penghujung acara, namun kegembiraan hari itu tidak hanya merupakan milik siswa-siswi SD Santo Aloysius, melainkan juga guru-gurunya. Mereka diminta meneriakan nama Bank Mega sepanjang mungkin. Dan sederhana, yang paling panjang nafasnyalah yang akan keluar sebagai juara. Tanpa malu-malu, satu persatu guru-guru tersebut unjuk kebolehan. Hasilnya hanya ada dua guru yang mampu menembus waktu 10 detik meneriakkan Bank Mega tanpa putus dalam satu tarikan nafas. Untungnya tidak hanya kedua guru tersebut yang mendapatkan hadiah, namun semuanya yang maju, juga mendapatkan hadiah, sehingga mereka kembali ke tempat masing-masing dengan senyum yang tak kalah lebar jika dibandingkan dengan murid-murid peserta Gerakan Siswa Menabung.
Sebelum acara selesai, karyawan Bank Mega Regional Makassar, yang tak kalah penampilan dengan artis ibukota, menghentak aula yang cukup besar tersebut dengan lagu Justin Beiber yang tengah menjadi idola remaja. Tak ayal anak-anak SD yang semula tampak tenang di kursi masing-masing merengsek ke depan untuk ikut bergoyang dan bernyanyi. Suasana pun semakin panas dengan lagu berikutnya Garuda di dadaku dari Netral. Tanpa sungkan-sungkan mereka mengganti kata Garuda di dadaku menjadi Bank Mega di dadaku.
Setelah Sholat Jumat, Bank Mega melanjutkan edukasi Gerakan Siswa Menabung di SMP Negeri 22 Makassar. Pada presentasi yang kedua, Max Kembuan – Regional Manager Bank Mega Makassar berkesempatan hadir dan langsung memimpin pasukannya melaksanakan kegiatan Gerakan Siswa Menabung. Jika dengan anak-anak SD saja sudah sedemikian hebohnya, bagaimana kali ini dengan siswa SMP? Pasti lebih menarik dan meriah lagi...!