Bank Mega
 
Home
Contact Us
English Version
 
I
I
I
I
I
I

 

 

 Media
 

 

 
 
 

 
 
 
 
 
 
 
 
 

Berita Perusahaan


BANK MEGA TAMBAH 300 JARINGAN DALAM 4 TAHUN
(Bisnis Indonesia,30/01/09)


Balikpapan, PT BANK MEGA Tbk akan melipatgandakan jaringan kantor menjadi 500 unit pada 2012 dari akhir tahun lalu 200 unit. Dalam 6 bulan pertama 2009, sedikitnya 50 jaringan baru akan dibuka.

Direktur Bank Mega Kostaman Thayib mengatakan perluasan jaringan akan difokuskan di kawasan timur Indonesia. Dari 500 unit jaringan pada 2012, tuturnya, 200 diantaranya akan berada di kawasan tersebut dari saat ini 30 unit.

"Menyadari pembukaan jaringan memerlukan biaya yang tidak sedikit, pemegang saham berkomitmen tidak mengambil dividen sejak 2007. laba 2008 rencananya juga tidak akan diambil dan ditahan sebagai modal," kata Kostaman sebelum acara Customer Gathering Bank Mega, di Balikpapan, tadi malam.

Customer Gathering di gelar Bank Mega dalam rangka lebih mendekati para nasabah. Rencananya, tahun ini acara serupa digelar di 20 kota termasuk Makassar, Banjarmasin, Bandung dan Samarinda.

Menurut Kostaman, kawasan timur Indonesia memiliki prospek bisnis yang menjanjikan mengingat banyak memiliki sumber daya alam maupun pangan yang begitu besar. "Ke depan harga komoditas akan terus naik, potensi kawasan ini begitu besar."

Dia menambahkan untuk membuka satu cabang atau cabang pembantu diperlukan dana paling tidak Rp 5 milliar hingga Rp 8 milliar. Kostaman mengambil rata – rata Rp 6 milliar per unit, maka Bank Mega tahun ini hingga 2012 menyediakan dana sedikitnya Rp 1,8 trilliun untuk membuka 300 jaringan baru.

Menurutnya dengan modal yang tersedia saat ini ditambah laba ditahan serta upaya menambah modal maka dana yang diperlukan akan terpenuhi. Hingga November 2008 Bank Mega memiliki modal setor Rp 2,94 trilliun.

Bank Mega merupakan bank publik yang mayoritas sahamnya dikendalikan oleh Grup Para milik pengusaha Chariul Tanjung. Aset bank tersebut hingga November 2008 mencapai Rp 34,69 trilliun dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 32,81 trilliun. Dana pihak ketiga mencapai Rp 26,6 trilliun, menurun dari tahun sebelumnya Rp 27,38 trilliun. Penurunan dikontribusi dari giro dan tabungan masing – masing Rp 6,55 triliun dan Rp 5,93 trilliun menjadi Rp 5,30 trilliun dan Rp 5,34 trilliun.

Kostaman menjelaskan penurunan dana terjadi karena mengetatnya likuiditas pada 2008 dan naiknya bunga dana. " Ini membuat nasabah melakukan konversi giro dan tabungan ke deposito. Ada juga yang berpindah ke bank lain karena bunga lebih tinggi."

Dia menegaskan Bank Mega tidak mengikuti perang bunga karena memiliki likuiditas yang cukup. "LDR kami masih 70%, jadi masih punya ruang untuk ekspansi."

 

 




 

 
I
I
I
 
MegaCall