English | Bahasa
Instant Issuance
BERITA PERUSAHAAN

Laba Sebelum Pajak Tumbuh 25%, Bank Mega Bagikan Dividen Tunai

Jakarta, 31 Maret 2017. PT Bank Mega Tbk (“Bank Mega”) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang SahamTahunan, yang dipimpin oleh Komisaris Utama Bank Mega, Yungky Setiawan di Auditorium Menara Bank Mega - Jakarta. RUPS Tahunan diantaranya menyetujui dan mengesahkan:

  1. Laporan Tahunan Perseroan Tahun Buku yang berakhir tanggal 31 Desember 2016, yang terdiri dari :
    a. Laporan Pengurusan Perseroan;
    b. Laporan Keuangan Perseroan;
    c. Laporan Pengawasan Dewan Komisaris Perseroan.

  2. Penetapan Penggunaan Laba Bersih untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016, dimana dalam salah satu poinnya Bank Mega menetapkan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp 578.950.000.000 (Lima Ratus Tujuh Puluh Delapan Miliar Sembilan Ratus Lima Puluh Juta Rupiah). Pembagian dividen tersebut akan dilakukan sesuai dengan ketentuan tata cara dan jadwal yang akan ditetapkan kemudian.
  3. Laporan Direksi atas Rencana Kerja (Business Plan) Perseroan Tahun 2017.
  4. Penunjukan Kantor Akuntan Publik yang akan melakukan audit atas laporan keuangan Perseroan Tahun Buku 2017.
  5. Pengangkatan Kembali Dewan Komisaris Bank Mega yang berakhir masa jabatannya pada tahun 2017, sehingga masa jabatan Dewan Komisaris setelah ditutupnya Rapat sampai dengan tahun 2022, yaitu:
    No Nama Jabatan
    1 Yungky Setiawan Komisaris Utama
    2 Achjadi Ranuwisastra Komisaris Independen
    3 Lambock Victor Nahattands Komisaris Independen
    4 Darmadi Sutanto Komisaris
  6. Penetapan honorarium dan tunjangan lainnya bagi Dewan Komisaris dan Direksi untuk tahun 2017, serta Pembagian tugas dan wewenang Direksi.

 PUBLIC EXPOSE

Setelah ditutupnya RUPS Tahunan, Perseroan juga melakukan Paparan Kineja (Public Expose) untuk tahun buku 2016.

Dalam paparannya, Direktur Utama Bank Mega, Kostaman Thayib menjelaskan bahwa Bank Mega berhasil membukukan laba sebelum pajak (NPBT) sebesar Rp.1,5 Triliun atau meningkat 25% dari Rp. 1,2 Triliun pada periode yang sama tahun 2015. Setelah memperhitungkan pajak, Laba Bersih menjadi Rp1,16 Triliun atau meningkat 10% dari tahun sebelumnya.

Lebih jauh lagi Kostaman menjelaskan bahwa pendapatan bunga bersih Bank Mega tumbuh 5,6% dari Rp.3,3 triliun pada akhir 2015 menjadi Rp.3,5 triliun pada akhir Desember 2016. Beban Operasional turun 7,6%% menjadi Rp3,8triliun, terutama disebabkan karena reversal mark to market surat berharga, penurunan CKPN dan penurunan beban provisi dan komisi. Peningkatan Pendapatan Bunga Besih dan Penurunan Beban Operasional menjadikan Laba sebelum Pajak  naik 25% menjadi Rp1,5 triliun di akhir Desember 2016

Sementara itu, asset tumbuh 3,4% menjadi Rp.70,53 triliun pada akhir Desember 2016 dari Rp 68,23 triliun pada periode yang sama pada tahun 2015. Dalam antisipasi perlambatan ekonomi, Bank Mega menjalankan pendekatan yang lebih konservatif dalam menjalankan bisnis. Hal ini berdampak pada portofolio Kredit yang turun 12,7% menjadi Rp 28,28 triliun dari sebelumnya sebesar Rp 32,4 triliun.

Dana Pihak Ketiga tumbuh 2,7% menjadi Rp. 51,07 triliun di akhir 2016 dari posisi tahun 2015 sebesar Rp. 49,74 triliun, dan dikontribusikan oleh kenaikan dana murah. Giro naik 8,9%, dari Rp 5,1 triliun menjadi Rp 5,6 triliun, sementara Tabungan naik 6,8%, dari Rp 10,0 triliun menjadi Rp 10,7 triliun.

Dalam paparannya, Direktur Utama Bank Mega, Kostaman Thayib menjelaskan bahwa Bank Mega berhasil membukukan laba sebelum pajak (NPBT) sebesar Rp.1,5 Triliun atau meningkat 25% dari Rp. 1,2 Triliun pada periode yang sama tahun 2015. Setelah memperhitungkan pajak, Laba Bersih menjadi Rp1,16 Triliun atau meningkat 10% dari tahun sebelumnya.

Lebih jauh lagi Kostaman menjelaskan bahwa pendapatan bunga bersih Bank Mega tumbuh 5,6% dari Rp.3,3 triliun pada akhir 2015 menjadi Rp.3,5 triliun pada akhir Desember 2016. Beban Operasional turun 7,6%% menjadi Rp3,8triliun, terutama disebabkan karena reversal mark to market surat berharga, penurunan CKPN dan penurunan beban provisi dan komisi. Peningkatan Pendapatan Bunga Besih dan Penurunan Beban Operasional menjadikan Laba sebelum Pajak  naik 25% menjadi Rp1,5 triliun di akhir Desember 2016

Sementara itu, asset tumbuh 3,4% menjadi Rp.70,53 triliun pada akhir Desember 2016 dari Rp 68,23 triliun pada periode yang sama pada tahun 2015. Dalam antisipasi perlambatan ekonomi, Bank Mega menjalankan pendekatan yang lebih konservatif dalam menjalankan bisnis. Hal ini berdampak pada portofolio Kredit yang turun 12,7% menjadi Rp 28,28 triliun dari sebelumnya sebesar Rp 32,4 triliun.

Dana Pihak Ketiga tumbuh 2,7% menjadi Rp. 51,07 triliun di akhir 2016 dari posisi tahun 2015 sebesar Rp. 49,74 triliun, dan dikontribusikan oleh kenaikan dana murah. Giro naik 8,9%, dari Rp 5,1 triliun menjadi Rp 5,6 triliun, sementara Tabungan naik 6,8%, dari Rp 10,0 triliun menjadi Rp 10,7 triliun.

Proyeksi

Hingga akhir tahun 2017, Bank Mega memiliki proyeksi sebagai berikut:

  • Total aset Bank Mega ditargetkan akan menjadi Rp 75,5 triliun.
  • Kredit yang disalurkan ditargetkan menjadi Rp 33 triliun
  • Dana Pihak Ketiga ditargetkan akan menjadi Rp 55 triliun
  • Laba setelah pajak diharapkan dapat ditutup sebesar Rp 1,2 triliun.
Mega Highlights
  Kurs             Beli            Jual
USD
13225
13525
EUR
14369
14708
AUD
9853
10090
SGD
9453
9675
JPY
118.4
121.19
Copyright 2013. PT Bank Mega Tbk. All Rights Reserved