English | Bahasa
Registrasi Pin
Instant Issuance
Join Us
BERITA PERUSAHAAN

Mega Berbagi, Menjadi Lilin Penerang Dunia Pendidikan

Salah satu kunci penting untuk membangun Indonesia Raya adalah pendidikan yang baik dan merata. Namun begitu, hingga 72 tahun pasca kemerdekaan, masih banyak kita temukan permasalahan di dunia pendidikan, mulai sarana-dan prasarana pendidikan yang tidak layak, akses yang tidak terjangkau, yang semuanya itu bisa menyebabkan anak-anak putus sekolah. 

Bisa dibayangkan, bagaimana kita bisa mengajak anak-anak ke sekolah jika model bangunannya saja banyak yang tidak ada atapnya, bocor, atau banjir? ditambah lagi dengan ketersediaan tenaga pengajar yang belum mencukupi.
Ibarat pepatah yang mengatakan, ‘Ketimbang mengutuk kegelapan, lebih baik nyalakan lilinmu dan jadilah penerang’. Pemahaman inilah yang menjadi latar belakang Bank Mega untuk menerbitkan produk Mega Berbagi, dengan harapan bisa menularkan virus positif budaya berbagi kepada semua orang.
Untuk mengenalkan produk Mega Berbagi ini secara lebih mendalam, Pada 15 Nopember lalu, Mega First menggelar acara Customer Gathering di Auditorium Menara Bank Mega Jakarta. Dalam acara yang dipandu oleh Novita Angie tersebut, segenap direksi turut hadir untuk menikmati santap malam bersama para nasabah sambil diiringi oleh alunan suara merdu milik penyanyi Alena. Usai santap malam, acara dilanjutkan dengan Talkshow bertemakan seputar pendidikan yang dimoderatori oleh Budi Adiputro dari CNN Indonesia. Hadir sebagi pembicara yaitu Steering Commitee Program Mega Berbagi, Bapak Prof. Dr. Ir. KH. Mohammad Nuh, DEA, yang tidak lain adalah Menteri Pendidikan Nasional Indonesia periode 2009 - 2014, Direktur Funding Ibu Lay Diza Larentie, Penggiat Pendidikan Siti Soraya Cassandra, serta Deni Riswandi, Kepala Sekolah SMP PGRI Garut.
“Kami sangat menyadari bahwa kunci keberhasilan dari kemajuan suatu bangsa adalah terbebasnya generasi penerus dari belenggu kebodohan dan kemiskinan, dan cara yang paling ampuh untuk terbebas dari hal tersebut adalah melalui pendidikan yang berkualitas dengan sarana dan prasarana yang menunjang. Tabungan Mega Berbagi mengajak naabah untuk membantu dunia pendidikan guna mewujudkan Indonesia yang lebih baik. Hanya dengan menyisihkan 1% dari suku bunga yang diterima, dan tambahan 1% lagi dari Bank Mega, maka secara bersama-sama kita telah beramal untuk kemajuan pendidikan di Indonesia melalui pembangunan atau renovasi sarana prasarana sekolah serta peningkatan kompetensi guru dan siswa,” kata Direktur Utama Bank Mega Kostaman Thayib dalam sambutannya.
Bank Mega mengembangkan program Mega Berbagi berangkat dari satu visi, yaitu bagaimana supaya Bank Mega bersama-sama nasabah bisa membatu pendidikan di Indonesia supaya Indonesia bisa menjadi lebih baik. Ini bukan sekadar retorika karena dengan keberadaan 358 Kantor Cabang yang tersebar ke hampir seluruh penjuru Indonesia mulai dari Medan hingga Papua, seluruhnya sudah bergerak mencari informasi apakah ada sekolah-sekolah di sekitar cabang tersebut yang masih memerlukan bantuan.
“Selama ini mungkin banyak orang mengaitkan bank hanya dengan sesuatu yang bersifat transaksional atau apapun yang terkait finansial. Nyatanya, hubungan kami bukanlah sekadar nasabah dan bankir, melainkan sudah lebih mengarah pada relationship yang memiliki satu tanggung jawab yaitu ingin memajukan pendidikan di Indonesia.
Jadi ini bukan lagi cuma soal berbisnis, melainkan bagaimana kita bersama-sama menjangkau permasalahan pendidikan di wilayah masing-masing,” ungkap Diza Larentie.
Sampai dengan Oktober 2017, jumlah donasi yang terkumpul dari Tabungan Mega Berbagi berjumlah hampir mencapai Rp. 86 miliar. Jumlah tersebut tentu sangat berarti dalam membantu mewujudkan terselenggaranya pendidikan yang memadai bagi generasi penerus bangsa.
Sejak pertama kali diluncurkan, Program Tabungan Mega Berbagi telah berhasil menyelesaikan pembangunan kembali atau renovasi 24 sekolah dan saat ini 13 sekolah lainnya masih dalam proses pembangunan. Diharapkan hingga akhir tahun 2017, secara keseluruhan akan terdapat 37 sekolah yang berhasil dibangun kembali atau direnovasi di seluruh Indonesia, dari Aceh sampai Papua.
Untuk tahun depan, Bank Mega telah melakukan pendataan dan secara konsisten akan terus melakukan pembangunan atau renovasi sarana prasarana sekolah yang membutuhkan bantuan di seluruh Indonesia.
Bapak Nuh dalam kesempatan talkshow menyampaikan satu hal menarik yang membuat beliau bahagia dengan keberadaan Mega Berbagi ini. “Sejatinya kebahagiaan itu adalah ketika bisa membahagiakan orang lain. Bisa kita bayangkan betapa bahagianya murid-murid dan para guru dan pengurus SMP Garut ketika harapan mereka sudah nyaris pupus akibat bantuan yang diharap-harap sejak sekolah mereka hancur terkena banjir bandang tidak kunjung datang, kemudian hadir serombongan tim Mega Berbagi yang mengulurkan bantuan hingga sekolah itu kembali indah berdiri. Kebetulan saya sempat bertemu dengan murid-murid dari SMP Garut, beberapa saya perhatikan wajahnya meneteskan air mata, bukan karena sedih, melainkan justru air mata kebahagiaan. Bahagia bukan hanya karena sekolahnya telah diselamatkan, tetapi masa depan mereka juga diselamatkan oleh ibu-ibu dan Bapak-bapak sekalian, nasabah Tabungan Mega Berbagi,” kata Mohammad Nuh.
Sebelum acara talkshow berakhir, Moderator Budi Adiputro dari CNN Indonesia menutup dengan sebuah pepatah, “Kebun bunga boleh dibakar oleh para perompak. Tetapi tidak ada satu orangpun yang bisa mencegah datangnya musim semi”. Walaupun kita tahu masalah pendidikan di Indonesua cukup berat, putus sekolah banyak, infrastruktur belum terjangkau, masih banyak orang-orang yang tidak bersekolah, tapi yakinlah dari semangat kerjasama, semangat berbagi dari Bank Mega dan Nasabah Mega Berbagi, kita sama-sama bisa membawakan lilin harapan untuk masa depan pendidikan.Indonesia yang lebih cerah.

Mega Highlights
  Kurs             Beli            Jual
USD
13500
13800
EUR
15755
16118
AUD
10118
10357
SGD
9919
10147
JPY
118.27
121
BANK MEGA TERDAFTAR DAN DIAWASI OLEH OTORITAS JASA KEUANGAN
Copyright 2013. PT Bank Mega Tbk. All Rights Reserved